Tampilkan postingan dengan label Panduan Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan Ibu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

Pemberian ASI Eksklusif



Eksklusif menyusui

Menyusui adalah cara
yang tidak ada bandingannya dalam  menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan yang sehat dan perkembangan bayi, melainkan juga merupakan bagian integral dari proses reproduksi dengan implikasi penting bagi kesehatan ibu. bukti telah menunjukkan bahwa, secara populasi, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara optimal untuk memberi makan bayi. Setelah itu bayi harus menerima makanan pelengkap dengan tetap menyusui sampai 2 tahun atau lebih.
 
Inisiasi menyusui dalam satu jam pertama kehidupan

ASI eksklusif
adalah bayi hanya menerima ASI tanpa makanan tambahan atau minuman, sesering mungkin yang diinginkan anak, siang dan malam tanpa penggunaan botol, dot atau empeng

ASI merupakan makanan alami pertama untuk bayi, memberikan semua energi dan nutrisi yang bayi kebutuhan untuk
6  bulan pertama kehidupan, dan terus menyediakan separuh dari kebutuhan gizi anak sa,pai 2 tahun pertamanya

ASI mendorong perkembangan sensorik dan kognitif, dan melindungi bayi terhadap penyakit menular dan kronis. Pemberian ASI eksklusif mengurangi kematian bayi akibat penyakit anak yang umum seperti diare atau pneumonia, dan membantu untuk pemulihan lebih cepat selama sakit. Efek ini dapat di
teliti  dalam masyarakat Sebuah uji coba secara acak di Republik Belarus Journal of American Medical Association, 2001

Menyusui memberikan kontribusi untuk kesehatan dan kesejahteraan ibu, hal ini membantu mengurangi risiko kanker ovarium dan kanker payudara, meningkatkan sumber daya keluarga dan nasional, merupakan cara yang aman dari makan dan aman bagi lingkungan.

BFHI telah dilaksanakan pada sekitar 16.000 rumah sakit di 171 negara dan telah memberikan kontribusi untuk meningkatkan pembentukan ASI eksklusif di seluruh dunia. Sementara layanan bersalin ditingkatkan membantu meningkatkan inisiasi ASI eksklusif, dukungan seluruh sistem kesehatan diperlukan untuk membantu ibu mempertahankan ASI eksklusif.
 

WHO dan UNICEF mengembangkan Konseling 40 jam Menyusui: Sebuah kursus pelatihan untuk melatih kader petugas kesehatan yang dapat memberikan dukungan terampil untuk ibu menyusui dan membantu mereka mengatasi masalah, kedua lembaga juga telah mengembangkan kursus 5 hari pada bayi dan Young Anak Feeding Konseling, untuk melatih petugas kesehatan sehingga mereka menjadi kompeten dan mampu untuk mempromosikan pemberian ASI yang tepat, makanan pendamping ASI dan pemberian makan bayi . Keterampilan dasar dukungan menyusui juga merupakan bagian dari Manajemen 11-hari Terpadu pelatihan Childhood Penyakit Untuk level pekerja kesehatan, yang menggabungkan keterampilan untuk manajemen kasus memadai dengan perawatan pencegahan. Evaluasi konseling menyusui disampaikan oleh para profesional kesehatan yang terlatih serta pekerja masyarakat telah menunjukkan bahwa ini merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan angka menyusui eksklusif.

sumber WHO

Pentingnya Peran Suami dalam Pemberian ASI




Allah SWT memerintahkan para ibu untuk menyusui anaknya selama 2 tahun. Perintah itu bukan tanpa manfaat karena akhir akhir ini semakin banyak penelitian yang menyingkap bahwa ASI ber pengaruh terhadap generasi yan ber akhlakul karimah
Namun saat ini di era modern dimana banyak ibu bekerja sehingga para ibu enggan menyusui anaknya hingga 2 tahun bahkan ada yang tidak menyusui bayinya sama sekali. Mereka beranggapan bahwa susu formula bisa menggantikan ASI bahkan kualitasnya lebih baik dari ASI
Gencarnya media masa dalam mempromosikan susu formula dengan dilengkapi berbagai nutrisi turut berperan dalam menurunnya jumlah ibu menyusui. Bayangan seorang anak yang serdas, montok, sehat, lucu  yang ditayangkan dalam iklan susu formula membuat ibu ingin memberntuk anaknya seperti yang ada didalam iklan
Bagian marketing susu formula sangat pintar dalam membidik konsumennya, tidak hanya melalui geberan iklan yang selalu lewat tiap menit di berbagai media.  Namun mereka juga bekerja sama dengan pihak yang berkaitan dengan penanganan kesehatan ibu dan bayi (Rumah Sakit, Rumah bersalin dan klinik pantauan kesehatan ibu dan anak). Disana biasanya berkumpul para orang tua dan anak yang sedang membutuhkan konsultasi kesehatan. Nah disanalah sales beroperasi dengan cara membagikan sample gratis bahkan cinderamata.
Menurut data statistik cakupan ASI ekslusif menurun 42,4 % dari tahun 1997 menjadi 39,5 % pada tahun 2002. Penggunaan susu formula meningkat menjadi 3 kali lipat selama 5 tahun dari 10,8 % pada tahun 1997 menjadi 32,5 pada tahun 2002.
Dalam kewajibannya memberikan ASI seorang ibu membutuhkan dukungan dari banyak pihak terutama suami orang terdekat karena kondisi kejiwaan ibu sangat berpengaruh terhadap produksi ASI oleh karena itu sebaiknya seorang ibu menghindari perasaan tidak nyaman, cemas dan tertekan.  Jika ibu merasa diperhatikan, dicintai maka akan muncul emosi positif yang akan meningkatkan produksi  hormon oksitosin sehingga produksi ASI menjadi lancar.
Ketika bayinya lahir, suamipun siap mendampingi istri. Setiap 2 jam sekali suami bisa membantu sang istri mengambilkan bayi untuk disusui serta menemani salama proses penyusuan bayinya tersebut. Atau dengan cara mengambil alih tugas sehari hari yang biasanya dikerjakan istri. Sikap inilah yang membuat istrinya aman dan nyaman serta merasa terlindungi. Dalam kondisi demikian sang Ibu pun akan menghasilkan produksi ASI yang berlimpah sehingga kebutuhan ASI anaknya dapat terpenuhi hingga 2 tahun.

Selasa, 20 Desember 2011

Manfaat ASI untuk bayi




Air susu ibu atau ASI merupakan makanan pertama bayi yang diproduksi secara alami oleh tubuh ibu dan merupakan makanan terbaik bagi bayi yang tidak dapat dikalahkan oleh susu formula jenis apapun

Manfaat ASI
1.      Mengandung colostrums yang berfungsi sebagai antibody alami, terutama ASI yang pertama kali keluar
2.      Mengandung berbagai zat gizi lengkap bagi pertumbuhan seperti karbohidrat, lemak, protein, berbagai vitamin dan mineral
3.      Praktis, higienis dan selalu tersedia
4.      Tidak pernah Basi seperti susu formula
5.      Mudah dicerna
6.      Murah karena tidak perlu membeli
7.      Meningkatkan hubungan batin antara ibu dan bayi

Bagi bayi baru lahir ASI merupakan sumber makanan yang paling mudah dicerna oleh system penernaan bayi yang belum berfungsi secara optimal. Kandungan protein makanan yang terdapat pada ASI sangat mudah dicerna oleh enzim-enzim pencernaan. Bayi yang mengkonsumsi ASI terbukti lebih sehat dan cerdas. Bayi yang diberi ASI secara eksklusif tingkat stress dan emosional anak saat dewasa lebih stabil.

Pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan terbukti bayi menjadi lebih sehat, erdas dan tidak mudah terinfeksi penyakit. Bila kondisi ibu memungkinkan bayi dapat disusui sampai 2 tahun.